
Dalam menilai kritikan Tan Sri Shahrir Abdul Samad terhadap Tan Sri Muhyiddin Yassin, kita perlu melihatnya dari perspektif yang lebih luas. Ini termasuk memahami politik dunia dan prinsip kepemimpinan dalam Islam. Kepemimpinan yang baik, seperti yang ditunjukkan oleh Tan Sri Muhyiddin Yassin, memerlukan kemampuan untuk beradaptasi dengan keadaan, memiliki visi yang inklusif, dan mengelola dengan cara yang adil.
Keputusan melantik Datuk Seri Hamzah Zainuddin sebagai Ketua Pembangkang adalah merupakan hasil konsensus oleh pimpinan tertinggi Perikatan Nasional (PN), menggambarkan suatu pendekatan kepemimpinan yang melibatkan musyawarah dan kebersamaan dalam pengambilan keputusan.
Seorang pemimpin yang baik tidak hanya efektif dalam mengelola tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga mampu mendorong dan melahirkan pemimpin lain yang lebih baik. Hal ini mencerminkan konsep kepemimpinan yang berkelanjutan, di mana pemimpin tidak hanya fokus pada pencapaian saat ini tetapi juga memastikan bahawa generasi pemimpin mendatang dilengkapi dengan keterampilan, pengetahuan, dan aspirasi bagi meneruskan perjuangan.
Ini menunjukkan bahawa Tan Sri Muhyiddin, sebagai seorang negarawan, menghargai pentingnya kerjasama dan persetujuan bersama dalam proses kepemimpinan, dalam pandangan pertama, mungkin tampak sebagai langkah yang merugikan. Namun, bagi seorang pemain catur yang handal, setiap langkah memiliki maksud dan tujuan yang lebih jauh.
Jika dilihat, Perikatan Nasional, ada upaya untuk menciptakan keseimbangan dan harmoni dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil secara kolektif seperti ini sering kali lebih mewakili berbagai sudut pandang dan dapat menyebabkan solusi yang lebih inklusif dan holistik untuk tantangan yang dihadapi.
Dari sudut pandang Islam, pendekatan ini mencerminkan prinsip syura, yaitu konsultasi dan diskusi bersama dalam pengambilan keputusan. Ini menunjukkan bahwa Tan Sri Muhyiddin dan pimpinan PN menghargai prinsip demokrasi dan kebersamaan dalam mengelola urusan politik, sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Rakyat yang melihat keikhlasan dalam kepemimpinan Tan Sri Muhyiddin mungkin merasakan adanya perbedaan signifikan dalam cara pengelolaan politik dan pemerintahan berbanding kepimpinan UMNO.
Keikhlasan ini menjadi penting dalam membangun kepercayaan dan dukungan rakyat. Pemimpin yang dianggap ikhlas dan berdedikasi untuk kesejahteraan rakyat dan negara biasanya akan mendapat dukungan yang lebih kuat dari masyarakat.
Kepemimpinan yang berorientasi pada kesatuan dan keikhlasan, seperti yang ditunjukkan oleh Tan Sri Muhyiddin, membuka jalan bagi politik yang lebih stabil dan inklusif di Malaysia. Ini juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang mampu menginspirasi kepercayaan dan menggalas tanggungjwab, yang penting untuk kemajuan dan keharmonian sosial politik negara.
Pendekatan Tan Sri Muhyiddin yang mengedepankan konsensus dan diskusi bersama, bukan hanya menguatkan solidariti di dalam PN, tetapi juga menunjukkan contoh kepemimpinan yang matang dan bertanggungjawab, dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dan kepentingan sebelum mengambil keputusan penting. Ini adalah ciri khas kepemimpinan yang efektif, terutama dalam konteks politik yang dinamik seperti di Malaysia.
Rujukan: Sinar Harian
Oleh: Mahathir Hj Mohd Rais, Ketua Penerangan Bersatu Wilayah
Mahathir Mohd Rais adalah seorang penulis dalam program Newswav Creator, di mana anda boleh berkongsi cerita, meluahkan pandangan anda, atau menjadi wartawan rakyat dan pada masa yang sama mengewangkan kandungan anda & menjangkau jutaan pengguna di Newswav. Log masuk ke creator.newswav.com dan daftar sebagai Newswav Creator sekarang!
Kandungan Pengguna (“User Content” seperti yang ditakrifkan pada Syarat Penggunaan Newswav) di atas termasuk pandangan yang dinyatakan dan media (gambar, video, petikan dan lain-lain) dimuatnaik & diterbitkan oleh pengarang. Newswav adalah platform pengagregatan yang semata-matanya mengehoskan kandungan. Sekiranya anda mempunyai sebarang pertanyaan tentang kandungan karya, hak cipta atau isu lain, sila hubungi Newswav.

